Selasa, 14 Mei 2013

Fir'aun dan Musa

Posted by Muh Zulfajrin On 10.11 0 komentar

makalahmakalah.com,- puji syukur kehadirat Tuhan yang telah memberikan Rahmatnya sehingga tulisan ini muncul di permukaan. Sebelumnya kami juga telah mempublikasikan makalah G 30 S PKI
 

 Sejarah Singkat Fir'aun dan Nabi Musa

Ada beberapa Hipotesa yang dilakukan oleh para ahli sejarah yang bertujuan untuk menelusuri sejarah Fir’aun yang hidup pada zaman Nabi Musa.
Diantara hipotesa luar biasa, adalah hipotesa yang diajukan J. De Micheli (1960) yang mengakui telah dapat menentukan waktu eksodus, yakni pada tanggal 9 April 1495 SM, dan hal tersebut disandarkan semata-mata kepada perhitungan Kalender. Jika kita mengikuti referensi ini, maka Fir'aun adalah Tutmes II, hipotesa ini dibuktikan kebenaranya karena pada Mumi Tutmes II terdapat bekas-bekas penyakit kulit yang dinamakan penyakit lepra oleh pengarang tersebut dengan tidak ada penjelasan lebih lanjut.
Bible juga menyebutkan bahwa salah satu penderitaan yang menimpa rakyat Mesir adalah penyakit kulit. Kesimpulan yang aneh ini tidak mengindahkan fakta-fakta lain yang ada dalam bible, yang menyebut adanya kota Ramses yang dibangun pada pemerintahan Fir’aun Ramses. Oleh karena itu hipotesa tersebut sangat lemah.
Pendapat serupa juga dimunculkan oleh Daniel Rops dalam bukunya La peuple de la Bible (Bangsa yang dibicarakan dalam Bible). Ia mengatakan bahwa Aminophis II adalah Fir’aunya Eksodus, dengan alasan bahwa Bapaknya (Tutmes III) terlalu nasionalis. Ia juga mengatakan bahwa Aminophis II adalah penindas orang orang Yahudi, dan ibu tirinya yang bernama Hatsepshut adalah wanita yang mengambil Musa dari sungai.
Kitab kejadian memuat nama Ramses, walaupun nama asli Fir’aun tidak disebut dalam Bible, Ramses nama adalah salah satu dari dua kota yang dibangun dengan tenaga kerja paksa orang-orang bani israil. Disana Ramses menyuruh membangun ibukotanya. Sebelum raja Ramses II, ditempat itu sudah ada bangunan yang dibuat oleh raja dari dinasti sebelumnya, tetapi Ramses II lah yang menjadikan tempat itu penting. Disamping itu, Bible menyebutkan suatu unsur yang sangat penting untuk menunjukan waktu terjadinya Eksodus, yaitu ketika nabi Musa menjalankan perintah tuhan untuk meminta agar bani israil dibebaskan, ia sudah berumur 80 tahun.
Kitab keluaran menyebutkan, Musa berumur 80 tahun dan Harun berumur 83 tahun ketika mereka berbicara kepada Fir’aun, dilain pihak kitab Kejadian menyebutkan bahwa Fir’aun yang memerintah ketika Musa
dilahirkan telah meninggal pada waktu Musa menetap di Madyan. walaupun Bible tersebut tidak menunjukan nama pergantian raja. Dua ayat dalam Bible mengandung arti bahwa jumlah waktu berkuasanya dua Fir’aun yang memerintah Mesir ketika Musa hidup disitu adalah setidaknya 80 tahun.
Dipihak lain Ramses II memerintah selama 67 tahun (1290-1224 SM) menurut perhitungan Rowton, atau dari tahun 1301-1325 SM menurut perhitungan Drioton dan Vandier. Ahli-ahli Mesir tidak dapat memberikan angka pasti tentang lamanya pemerintahan Marneptah, (pengganti Ramses II). Drioton dan Vandier memberikan dua kemungkinan, mungkin hanya 10 tahun dari tahun 1224-1214 SM atau 20 tahun dari tahun 1224-1204 SM. Yang diketahui orang secara pasti adalah bahwa setelah Marneptah, Mesir mengalami krisis dalam negeri yang sangat besar selama kurang lebih 1/4 abad.
Walaupun kronologi raja-raja Mesir tidak dapat disusun secara tepat, kita dapat mengetahui bahwa selama kerajaan baru tidak terdapat dua masa pemerintahan raja yang berturut-turut yang dapat mencapai atau melebihi 80 tahun kecuali pada periode Ramses II dan Marneptah.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Musa hidup pada masa dua Fir’aun, pertama; pada permulaan pemerintahan Ramses II, ketika Musa berada di Madyan Ramses II meninggal dunia, dan yang kedua; Musa menjadi pembela kaum bani Israil dan menghadapi Marneptah, anak dan pengganti Ramses II. Marneptah mati tenggelam ketika peristiwa Eksodus.
Rangkaian ceritanya berawal ketika Musa sebagai orang muda berangkat ke Madyan, disana ia kawin dan tinggal lama. Dan dalam waktu yang lama itu raja Mesir meninggal.
Tuhan memerintahkan Musa untuk menemui Fir’aun dan mengeluarkan saudara-saudaranya dari Mesir. Harun saudara Musa membantunya dalam tugas ini. Setelah kembali ke Mesir, Musa dan saudaranya mengahdap Fir’auan yaitu Fir’aun baru yang menggantikan Fir’aun lama yang memerintah ketika Musa dilahirkan dahulu.
Fir’aun melarang bangsa Yahudi pengikut Musa untuk meniggalkan Mesir. Tuhan menampakan diri lagi kepada Musa dan memerintahnya untuk mengulangi permintaanya. Pada waktu itu musa berumur 80 tahun.
Musa menunjukan kepada Fir’aun bahwa dia memiliki kepandaian supranatural, hal tersebut rupanya tidak cukup untuk meyakinkan Fir’aun. Kemudian tuhan mengirimkan siksaan-siksaan; air sungai berubah menjadi darah, timbulnya katak-katak, nyamuk, lalat, wabah yang menyaramg binatang, timbulnya penyakit di kulit manusia dan binatang, hujan butiran es, belalang, kegelapan, dan kematian bagi bayi-bayi perempuan yang dilahirkan. Tetapi semua itu tidak dapat menaklukan Fir’aun untuk membiarkan orang-orang yahudi keluar dari Mesir.
Kemudin 600.000 manusia, belum terhitung keluarga mereka dapat melarikan diri dari kota Ramses. Pada waktu itulah Fir’aun mengendarai keretanya dan memimpin tentaranya. Ia mengambil kereta yang terbaik dari seluruh kereta di Mesir, tiap kereta dikendarai oleh seorang perwira. Raja mesir memimpin pengejaran tersebut.
Orang Mesir Fir’aun dapat menyusul kelompok Musa dipinggir sungai. Musa memukulkan tongkatnya dan laut itu terbelah hingga ke dasarnya, pengikut Musa melintasi dasar laut dengan selamat. Orang-orang Mesir mengejar terus dan semua kuda Fir’aun, kereta-keretanya dan tentaranya yang berkuda semuanya memasuki laut yang terbelah. Air laut bertaut kembali dan menelan kereta-kereta dan para penunggang kuda dari tentara Fir’aun yag memasuki laut dibelakang mereka. Tak ada seorangpun yang selamat. Bible tidak menyebutkan sesuatu tentang bagaimana nasib jenazah Fir’aun.
 

 Penutup

Sekian apa yang kami bisa sampaikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Baca juga makalah terkait Sejarah berdirinya NU

0 komentar:

Poskan Komentar